Beranda » Artikel » Jurus Jitu Liburan Murah Ke India

Oleh : Jimmy Budiman

Sahabat pecinta wisata dunia mungkin pengen liburan ke ujung negara yang terkenal dengan masakan khas karinya. dengan anggaran yang minim anda patut mencoba juru yang satu ini. Tips dari sahabat BD Jimmy Budiman lengkap dengan detail harganya.

Hari yang ditunggu telah tiba, kami kemudian memilih D@mri dari stasiun Gambir untuk membawa kami menuju bandara, perjalanan cukup lancar walaupun sempat terjadi kemacetan. Tepat jam 1 siang pesawat yang kami tumpangi melesat meninggalkan Jakarta menuju Kuala Lumpur, kurang lebih dua jam kemudian kami tiba di negri Jiran. dan tepat pukul 7 waktu setempat pesawat kami kembali melesat meninggalkan tanah melayu. Kurang lebih 4 jam kemudian terdengar pengumuman dari sang pramugari, “Sebentar lagi pesawat akan mendarat, kenakan sabuk pengaman”, kota Jaipur terlihat dari jendela pesawat, kerlap kerlip lampu di bawah sana sangat menarik perhatian, “Hindustan, aku kembali” ucap saya dalam hati.

Esok hari adalah hari pertama kami memulai petualang, dari Jaipur kami bertolak menuju Matura, kemudian Vrindavan, kembali lagi ke Matura, kemudian menuju Agra, Varanasi, New Delhi, Haridwar, Risikesh, kembali ke Haridwar, Jammu, Srinagar, kembali ke Jammu, Amritsar, New Delhi & kembali ke Jaipur, dari Jaipur inilah kami kembali ke KL & kemudian terbang ke Jakarta.

JAIPUR.

Pertualangan saya dan adinda di mulai dan berakhir di tempat ini, Hawa mahal & Pink City tetap menjadi tempat seru tuk didokumentasikan, jangan lupa berkunjung ke Amber Fort, bagi saya Jaipur jauh lebih unik jika dibandingkan kota lainnya.

MATHURA.

Mathura menjadi tempat kedua yang kami kunjungi, dengan mengendarai kereta sleeper class tibalah kami di tempat ini, esok harinya acara Holi akan diselenggarakan, sialnya penginapan yang telah kami booking di cancel sepihak oleh pemilik, malam itu adalah malam pertama pacarku merasakan tidur di stasiun, wajahnya terlihat cemberut tapi saya pura pura tidak melihat .

VRINDAVAN.

Sebelum mengunjungi Vrindavan, saya sudah 2 kali mengikuti Holi, Holi di Vrindavan adalah untuk ke 3 nya saya melihat ritual ke agamaan ini, dari Mathura saya bertolak menuju Vrindavan, kurang lebih jarak tempuh kedua tempat ini sekitar 45 menit dengan menggunakan Tuk tuk, adapun ongkos yang dikenakan sebesar 150 Rupee.

Pukul 6 pagi saya sudah berada di Vrindavan dan kemudian menuju Banke Bihari Temple tempat dirayakan pesta Holi ini, datanglah sepagi mungkin, percuma rasanya jika anda sudah datang jauh jauh namun hanya berada di luar temple, saya berhasil masuk ke temple ini dan mengambil gambar dari atas.
Bagi kaum hawa tak ada salahnya tuk berhati hati saat mengikutiacara ini, saya pernah mendengar beberapa traveller wanita yang mengalami pelecehan seks di jalan saat acara ini berlangsung.

AGRA.

Di hari yang sama setelah Holi usai, kami kembali menuju Mathura, dengan tiket kereta seharga 55 Rupee kami menuju Agra, jarak tempuh perjalanan Mathura ke Agra kurang lebih sekitar satu jam. Di Agra kami menginap di Indu Guest House, letaknya kurang lebih 20 menit dari pintu timur Taj Mahal.

Esok harinya kami mengunjungi Taj Mahal pukul 5 subuh, saat itu antrian di loket hanya satu orang, pukul 5:45 loket dibuka, dengan harga yang jauh berbeda 40 Rupee untuk penduduk lokal dan 1000 Rupee untuk orang asing. Datanglah sepagi mungkin, selain belum terlalu ramai, cahaya matahari pagi sangat bagus untuk mengambil foto.

Untuk yang ingin mengambil gambar sunset, cobalah melipir ke arah sungai lewat pintu timur, saat pukul 5:30 adalah waktu yang tepat untuk mulai melihat matahari terbenam dari sisi sungai Yamuna yang berada di belakang Taj Mahal.

Setelah 3 hari di Agra kami berpindah tempat ke Varanasi, dari Agra kami menuju stasiun kereta Tundla, kurang lebih jarak tempuh selama 45 menit dengan ongkos tuk tuk sebesar 300 Rupee, sepertinya saya terlalu murah membayar tuk tuk tersebut. Kereta delay 8 jam, jam 4 subuh kami bertolak dari stasiun Tundla menuju Varanasi, tepat pukul 4 sore kami tiba di stasiun kereta Varanasi.

VARANASI.

Sungai Gangga di Varanasi, dengan segala hiruk pikuknya menurut saya adalah tempat terbaik selama di India, beberapa mencibir jorok namun bagi saya sungai Gangga di Varanasi adalah tempat terbaik untuk berburu foto. Saya sangat menyukai melihat mereka beribadah hingga proses kremasi, semua bergulir mulai matahari terbit hingga malam tiba. Belumlah lengkap mengunjungi tanah Hindustan bila belum mengunjungi Varanasi.

NEW DELHI.

Kami tiba di Delhi Railways Statuon pagi hari, dan kemudian menuju penginapan di daerah Nehru Place. Banyak tempat menarik di kota ini, ada India Gate, Qutub Minar dll, namun Jamma Masjid di Old Delhi adalah yang terbaik bagi saya, kuliner di tempat ini sangat lezat. Jika anda seorang muslim dan berniat beribadah di tempat ini, silahkan melangkah tanpa ragu ke dalam, saya sudah dua kali mengunjungi tempat ini dan tidak sekalipun membayar.

Kami menetap di Delhi sekitar 3 hari, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta seating class ke Haridwar, dan melanjutkan perjalanan dengan tuk tuk menuju Rishikesh.

HARIDWAR.

Perjalanan dari New Delhi dimulai pukul 3 sore, kami tiba kurang lebih pukul 8 malam, tak ada kereta langsung menuju Rishikesh, dari Haridwar inilah kami melanjutkan perjalanan dengan tuk tuk seharga 400 Rupee, jarak tempuh 45 menit.

RISHIKESH.

Sepertinya tempat ini adalah surga bagi penyuka Yoga dan Meditasi, tapi saya tidak melakukan keduanya, saya hanya ingin menginjakan kaki di tempat yang sama dengan The Beatles, 50 tahun yang lalu para personel The Beatles mengunjungi Chaurasi Kutia tuk bermeditasi, bagi saya Rishikesh adalah salah satu Holyland untuk Beatlemania, dan saya sudah menyelesaikan “ibadah” dengan sempurna

Jangan lupa untuk mengunjungi sungai Gangga di Rishikesh, airnya sangat bening dan bersih, saya sempat meminum beberapa teguk air sungai ini, tak ada sedikutpun masalah hingga hari ini.

HARIDWAR.

Kami bertolak dari Rishesh menuju Haridwar dengan menggunakan bus butut tanpa AC, harga yg dipatok untuk tiap penumpang sebesar 40 Rupee, lama perjalanan menuju Haridwar 1 jam.

JAMMU.

Berbekal tiket kereta sleeper class kami menuju Jammu, lama perjalanan sekitar 11 jam, tiba di Jammu pukul 5 subuh, tak ada yang kami lakukan selain menunggu pagi. Jika ingin menuju Srinagar silahkan menggunakan bus menuju General Bus Stand, dengan ongkos sebesar 10 Rupee. Dari tempat inilah kami menuju Srinagar, ada dua pilihan, bus seharga 400 Rupee berangkat pukul 7 malam atau Taxi (sejenis travel)seharga 800 Rupee berangkat pagi hari, atau bisa menyambung (estafet) dari Jammu menuju Banihal dan berakhir di Srinagar, awalnya kami sempat ingin mencoba secara estafet, namun akhirnya kami memilih Taxi.

SRINAGAR.

Jarak tempuh normal dari Jammu menuju Srinagar berkisar 7-8 jam, namun terkadang bisa juga mencapai 11-12 jam. Hampir rata rata orang Indonesia akan memilih jalur udara menuju Srinagar. Saya sudah dua kali mengunjungi Srinagar dan selalu menempuh jalur darat, memulai perjalanan dari hiruk pikuknya Jammu kemudian melewati jalur berkelok dan melihat barisan pegunungan Himalaya adalah suatu pengalaman yang sangat saya suka. Kami tiba di Dal Lake pukul 8 malam, kemudian menginap di House boat, dan esok harinya melanjutkan perjalanan ke Sonamarg.

Tiga hari kemudian kami meninggalkan Srinagar, silahkan menuju TRC, dari tempat tersebut terdapat bus milik pemerintah dan Taxi, harga bus dimulai 250 – 400 Rupee, sementara Taxi 500 Rupee.

JAMMU.

Dibandingkan perjalanan saat pergi, perjalanan pulang cukup cepat, hanya 7 jam, lereng pegunungan sempat longsor, ini sudah menjadi hal yang biasa disini, menegangkan namun seru, menurut salah satu penumpang warga Srinagar, jalur ini sudah beberapa kali memakan korban. Kami tiba di General bus stand sore hari, kemudian membeli tiket bus menuju Amritsar, harga bus butut non AC sekitar 210 Rupee. Bus butut melesat menuju Amritsar pukul 5 sore, lama perjalanan 5 jam, pukul 10 malam kami tiba di Amritsar.

AMRITSAR.

Seorang pengemudi Ricksaw menghampiri kami, “Hendak kemana?” ucapnya, “Golden temple” ucapku, “Mau saya hantarkan? hanya 20 Rupee” ucapnya, saya mengangguk setuju, bapak pengemudi terlihat mengayuh sepeda sekuat tenaga, beradu tenaga dengan motor dan mobil di jalan, tidak lama kemudian Ricksaw sudah berkelok di pemukiman padat, satu dua hostel terlihat, dan kemudian sampai di Golden temple, saya lebihkan 10 Rupee karena tak sampai hati melihatnya membasuh keringat yang mulai menetes. Kami kemudian menuju Golden Temple dengan terlebih dahulu menitipkan sepatu di tempat yang tersedia, gratis. Ada satu hal yang menyenangkan ketika bisa mendatangi sebuah tempat yang dulu hanya bisa dilihat melalui foto, dan kemudian melihatnya secara langsung, mimpi yang jadi nyata.

Tempat ini terlihat sudah sepi, beberapa orang masih terlihat khusuk betibadah, saya sangat menyukai tempat ini, sangat tenang dan bersih, kami sempat menginap 3 malam di temple ini, tak ada satupun pertanyaan tentang agama yang kami anut, dan tak ada satupun petugas yang “bermata hijau”, setelah selesai menginap kami berpamitan dan mengucap terimakasih. Jangan lupa menuju Wagah Border, banyak sekali calo yang menawarkan Taxi, sharing Taxi sebesar 150 Rupee untuk dua arah, pulang dan pergi. Ada pula yang menawarkan harga 120 Rupee, jangan membawa tas apapun, cukup uang, kamera dan HP.

NEW DELHI.

Sebenarnya kami tidak berniat menuju New Delhi, namun tiket dari Amritsar menuju Jaipur tidak lagi tersedia, terpaksa kami menuju New Delhi terlebih dahulu, jika tidak salah lama perjalanan kereta yang kami tempuh kurang lebih 8 jam, sebuah kereta seating class menghantarkan kami dengan selamat, tak banyak yang kami lalukan di New Delhi, hanya berkunjung ke Qutub Minar dan lagi lagi menyantap sate di Jamma Masjid. lagi lagi kami tidak mendapatkan tiket dari New Delhi menuju Jaipur, ini bukan suatu masalah besar, karena letak New Delhi dan Jaipur tidak lah jauh, kurang lebih 5 jam jarak tempuhnya, dengan bus butut seharga 240 Rupee tuk pria, 200 Rupee tuk wanita. Kami tiba pukul 8 malam di Jaipur. Jaipur menjadi kota terakhir kami, tidak mudah tentunya melakukan perjalanan mandiri keliling tanah Hindustan selama 21 hari, jika boleh jujur waktu tersebut tidaklah cukup,

JAIPUR.

Di Jaipur kami kembali bermalam gratis di Hotel S*kha, Esokhari kami melakukan city tour secara mandiri.

Banyak tempat yang belum sempat kami kunjungi, Dharamsala, Jaisalmer, Rat Temple dll, mungkin 1 bulan adalah ideal tuk mengunjungi India, atau lebih dari itu, India negri yang sangat luas, sangat sayang jika hanya mengunjungi Jaipur, Agra, New Delhi, & Kashmir, namun apa boleh buat jika waktu kalian terbatas.

Beberapa orang bilang, cuma ada dua pilihan ketika kamu sudah pernah berkunjung ke India, pertama kamu jatuh cinta dan akan kembali, yang kedua kamu akan bersumpah tidak akan pernah kembali. Lantas bagaimana dengan saya sendiri? India jorok bising dan semerawut itu faktanya, di beberapa tempat hal ini menjadi pemandangan biasa, walaupun ada juga beberapa tempat yang bersih. Dibalik itu semua negri ini mempunyai peninggalan bersejarah yang sangat mengagumkan, arsitektur, seni budaya, ritual keagamaan, sungguh sangat membuat saya berdecak kagum, tak salah jika negri ini dijadikan destinasi wajib oleh para photograper idola saya, Steve Mc Curry dan Mike Yamashita pun pernah mendatangi tanah Hindustan. Saya berada diantara orang orang yang tidak suka dan sangat suka, saya belum bisa mengatakan saya sangat mencintai negri ini.

jika tidak kuat nyali berpikirlah ulang tuk mengunjungi negri ini seorang diri, ikutlah paket tour yang dibuat teman teman dengan konsukuensi harga yang lebih tinggi. Selama mengunjungi India saya selalu melakukan perjalanan secara mandiri, selalu seperti ini kemanapun saya pergi.

BIAYA.

Berapa biaya perjalanan kemarin? ini yang ditanyakan oleh beberapa orang, selama 21 hari berada di tanah Hindustan saya mengabiskan biaya 2,8 juta Rupiah, mungkin biaya ini tergolong murah, saya melakukan apa yang dilakukan oleh orang orang lokal, menyantap makanan kaki lima dan rumah makan sederhana, transportasi kereta seating hingga sleeper class dan juga bus butut tanpa AC, penginapan dormitoty, temple hingga tidur di stasiun kereta, dan banyak hal lainnya.

Kok murah? jadi murah karena saya melakukan perjalanan secara MANDIRI.

APAKAH INDIA AMAN?

Saya sering mendapatkan pertanyaan ini, dimanapun selalu ada orang orang yang baik dan buruk, sujud syukur saya selalu dipertemukan orang orang baik dan dipermudahkan dalam perjalanan dan membantu menunjukkan arah yang hendak kami tuju, saya selalu percaya aturan “Tabur Tuai”, se simple tersebut cara saya melakukan perjalanan.

MAKANAN.

Banyak yang meyukai makanan India, namun banyak pula yang tidak menyukainya, tak ada yang salah dengan suatu pilihan, Namun se enak enaknya makanan di negri orang, jauh lebih enak makan di rumah makan padang 😀

TRANSPORTASI

Jaipur – Mathura
Sleeper Class 220 Rupee.

Mathura – Agra
Seating class general 55 Rupee.

Agra (tundla jn) – Varanasi sleeper class 460 Rupee.

Varanasi (Manduwadih) – New Delhi
Sleeper class 600 rupee.

New delhi – Rishikesh (Hanya sampai stasium Haridwar jn)
Second class seating (tapi ada no kursinya) 195 Rupee.

Rishikesh (Haridwar jn) – Jammu Sleeper class 310 Rupee.

Jammu – Srinagar
Taxi 800 Rupee, standar waktu tempuh 7-8 Jam namun bisa mencapai 11 jam.

Srinagar – Jammu
Taxi 500 Rupee, ongkos pulang lebih murah dibanding saat pergi, entah kenapa, tanya mbah Google

PENGINAPAN 

– Jaipur: Hotel Sh*kha, gratis
– Vrindavan: Stasiun Mathura, gratis
– Agra: Indu Dormitory, 150 Rupee/malem (dorm)
– Varanasi: Indr@ Paying Guesthouse, 300 Rupee/malem (private)
– New Delhi: HOG hostel, 300 Rupee/malem (dorm)
– Rishikesh: Into the Unknown, 280 Rupee/malem (dorm)
– Srinagar: T@shkand Houseboat, 400 Rupee (private)
– Amritsar: Golden temple, gratis (donasi 50 rupee/org)
– New delhi: HOG hostel, 265 Rupee (dorm)
– Jaipur, Hotel Sh*kha, gratis.

 

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

9 komentar

  • Indah says:

    Terima kasih

  • Juni says:

    Trims
    Bermanfaat
    Bisa dibagikan min

  • Andooa says:

    Menarik dan bermanfaat min, semoga bisa ke situ

  • admn says:

    Bermanfaat Min, pengen ke situ juga

  • I am glad for writing to make you know what a incredible encounter my cousin’s daughter developed studying the blog. She came to understand plenty of issues, which included what it is like to have an ideal teaching heart to have many people just know just exactly specific multifaceted topics. You truly surpassed readers’ desires. Thanks for coming up with those productive, trusted, edifying as well as fun thoughts on that topic to Ethel.

  • I am glad for writing to let you be aware of of the superb experience my daughter gained viewing the blog. She learned a lot of pieces, which include what it is like to have a great giving mindset to let folks just master some tortuous subject matter. You really exceeded my expectations. Thanks for churning out such invaluable, trustworthy, edifying and also fun guidance on this topic to Tanya.

  • bape hoodie says:

    My wife and i ended up being so lucky Jordan managed to finish off his investigation using the ideas he gained from your site. It is now and again perplexing just to always be giving away points that many other people could have been selling. And now we remember we have got you to give thanks to for this. The illustrations you made, the simple web site navigation, the relationships you will make it easier to instill – it is most exceptional, and it’s aiding our son and us feel that this topic is interesting, and that is extraordinarily mandatory. Thank you for all!

  • Tarmizi says:

    Salam… Mau tanya bang,, apakah tiket keretanya sudah beli dr indo atau on the spot???? Sbnrnya ingin tanya bnyk soal Kashmir jg sih 🙂

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.